Ibas Tinjau Bantuan Li...

Ibas Tinjau Bantuan Listrik di Pelosok Trenggalek: Ini Hak Warga Negara

Ukuran Teks:

Perjalanan menuju Salamwates, salah satu desa pelosok di Trenggalek, bukanlah tanpa tantangan. Medan yang berat dengan akses jalan sempit, berbatu, dan licin menjadi penghalang bagi kendaraan dinas yang ia gunakan. Kondisi ini memaksa Ibas untuk melanjutkan perjalanan dengan cara yang lebih merakyat, menumpang sepeda motor milik warga setempat, menunjukkan kesediaan untuk mendekat kepada realitas kehidupan di pedesaan.

Setibanya di lokasi, Ibas segera melakukan peninjauan menyeluruh terhadap kondisi infrastruktur dasar dan pelayanan publik bagi masyarakat. Fokus utamanya adalah ketersediaan listrik rumah tangga, sebuah kebutuhan fundamental yang seringkali terabaikan di daerah-daerah terpencil. Ia secara langsung memantau implementasi program bantuan pasang baru listrik yang sangat dinantikan warga.

Salah satu destinasi kunjungannya adalah kediaman Sukarni, seorang warga yang beruntung menjadi penerima manfaat Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL). Rumah sederhana yang dulunya gelap gulita kini mulai diterangi cahaya, sebuah simbol harapan baru yang menjanjikan peningkatan kualitas hidup bagi keluarga tersebut. Penerangan ini bukan hanya sekadar cahaya fisik, melainkan juga secercah optimisme di tengah keterbatasan.

Ibas tak sekadar meninjau dari luar; ia masuk ke dalam rumah Sukarni, menyaksikan langsung tiga titik lampu yang telah menyala terang dan satu stop kontak yang terpasang berkat program bantuan ini. Dalam suasana akrab, ia berdialog dengan keluarga penerima manfaat, mendengarkan kisah hidup mereka, serta memberikan semangat agar tetap gigih dan optimis dalam menjalani hari-hari.

"Kita patut bersyukur atas bantuan ini, Pak. Mohon dijaga dan dirawat dengan baik. Bantuan ini mencakup tiga titik lampu di dalam rumah dan satu stop kontak dengan daya 900 watt," ujar Ibas dalam keterangannya belum lama ini. Ia menambahkan harapannya agar rumah menjadi lebih terang, nyaman untuk beraktivitas, dan mampu mendorong produktivitas harian keluarga.

Sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Ibas secara tegas menyatakan bahwa akses listrik jauh melampaui sekadar penerangan semata. Ia menekankan bahwa listrik merupakan bagian esensial dari hak dasar setiap warga negara untuk mencapai standar hidup yang layak dan bermartabat. Baginya, setiap individu, termasuk mereka yang bermukim di pelosok terpencil, berhak mendapatkan perhatian dan pelayanan yang setara dari negara.

"Kami berkeinginan agar masyarakat di daerah terpencil pun dapat menikmati akses listrik secara menyeluruh, karena ini adalah hak fundamental warga negara," tegas Ibas. Ia menegaskan komitmen negara untuk hadir dalam memenuhi hak ini, seraya menyatakan bahwa dirinya, bersama dengan PT PLN (Persero), akan terus memperjuangkan pemerataan akses energi.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada PLN atas dedikasi dan kerja kerasnya dalam menghadirkan listrik hingga ke pelosok-pelosok Nusantara. Ia mengakui bahwa upaya PLN ini merupakan perwujudan nyata dari komitmen negara dalam menyediakan infrastruktur dasar bagi seluruh rakyat.

"Terima kasih sekali lagi kepada PLN, sebuah perusahaan negara, BUMN yang sama-sama kita banggakan," lanjutnya. Ibas menegaskan bahwa tugas PLN dalam mengalirkan listrik ke seluruh penjuru tanah air adalah bagian tak terpisahkan dari upaya mewujudkan keadilan sosial, memastikan bahwa cahaya listrik dapat menyinari setiap sudut kehidupan masyarakat.

Namun, di balik kegembiraan menyaksikan lampu menyala di rumah-rumah warga, Ibas tak dapat menyembunyikan rasa haru dan keprihatinannya. Fokus peninjauannya sempat terpecah ketika matanya menangkap realitas lain yang memprihatinkan: masih banyak rumah warga yang kondisinya jauh dari layak huni, sebuah kontras yang menyentuh nuraninya.

Melihat kondisi tersebut, Ibas segera mendorong perangkat desa untuk proaktif dalam memperbarui dan menyediakan data riil masyarakat yang membutuhkan bantuan. Data yang akurat sangat krusial, tidak hanya untuk program akses listrik, tetapi juga untuk program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah, guna memastikan bantuan tepat sasaran.

"Masih banyak aspek yang harus terus kita dukung, mulai dari perbaikan akses jalan, kondisi rumah warga yang belum layak, hingga ketersediaan listrik," ungkapnya dengan nada prihatin. Ia menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap permasalahan ini secara bertahap, menyatakan kesedihannya jika masih ada masyarakat yang hidup dalam kondisi tidak layak.

Ibas pun menyampaikan kesiapannya untuk mendorong agar bantuan renovasi rumah dapat diberikan melalui program pemerintah yang tersedia, apabila masih ditemukan warga dengan kondisi hunian yang memprihatinkan. Ia berkomitmen untuk menjadi jembatan antara kebutuhan masyarakat dan program-program pemerintah.

"Jika ada masyarakat di sini yang rumahnya memang belum layak, insyaallah kami akan berupaya membantu renovasinya," kata Ibas, memberikan secercah harapan. Ia mencontohkan keberhasilan di tahun sebelumnya di Trenggalek, di mana sekitar 200 rumah berhasil dikawal untuk mendapatkan bantuan, yang diharapkan dapat membangkitkan semangat dan harapan baru bagi masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.

Lebih lanjut, Ibas juga memastikan bahwa Sukarni telah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), sebuah basis data penting untuk penerima bantuan sosial. Pencatatan ini membuka peluang bagi Sukarni untuk mendapatkan bantuan sosial lainnya di masa depan, sesuai dengan kebutuhan hidupnya.

"Pak Sukarni sudah tercatat di DTKS, jadi selain bantuan listrik, jika ada kesulitan hidup lainnya, beliau berpeluang mendapatkan bantuan sosial juga," jelas Ibas, menegaskan pentingnya data terpadu dalam sistem jaring pengaman sosial. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan keberlanjutan dukungan bagi keluarga rentan.

Di Desa Salamwates sendiri, tidak hanya rumah Sukarni yang merasakan manfaat program ini; terdapat tujuh rumah lainnya yang juga telah menerima bantuan pemasangan listrik. Ibas berharap agar program-program semacam ini terus diperluas jangkauannya, sehingga semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan kehadiran dan manfaat dari negara.

"Apabila masih ada masyarakat yang membutuhkan bantuan, saya meminta PLN untuk terus memberikan pelayanan optimal," tutup Ibas. Ia menegaskan bahwa negara telah menganggarkan dana untuk tujuan ini, sehingga PLN memiliki keleluasaan untuk terus menyamaratakan fasilitas yang dapat dirasakan masyarakat, seraya juga mempersiapkan energi terbarukan di masa depan sebagai visi jangka panjang. Kunjungan ini tidak hanya menyoroti masalah, tetapi juga menegaskan komitmen kuat terhadap keadilan sosial dan pemerataan pembangunan.

Sumber: news.detik.com

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan